Welcome to Afive Blog

Kata-kata yang baik memiliki daya kreatif, kekuatan yang membangun hal-hal mulia, dan energi yang menyiramkan berkat-berkat kepada dunia.
JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU

Selasa, 27 Desember 2011

Melawan kerakusan penguasa- Idza lam tastahi' fashna' ma syi'ta

Semakin lama rezim SBY berkuasa, ancaman kemiskinan, dekadensi moral, kriminalitas, dan tentu saja korupsi, semakin keras mendera kehidupan rakyat Indonesia. Segala retorika apologis yang dikemukakan penguasa, menghadapi kritik rakyat, justru disikapi dengan rasa muak dan sumpah serapah masyarakat. Bahkan sejumlah tokoh lintas agama, menyerukan tahun 2011 sebagai tahun perlawanan terhadap kebohongan penguasa.

Setelah terbukti pemerintahan SBY tidak efektif memberantas korupsi dan menyejahterakan kehidupan rakyatnya, bahkan sebaliknya memperpuruk kondisi negeri. Maka Indonesia sepanjang masa reformasi, seakan ditakdirkan nasib binasa dan nista. Dalam hal ini SBY telah menjadi penguasa dari rezim durjana yang digambarkan dalam Al-Qur'an:





"Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru manusia ke neraka dan di hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami ikutkanlah la'nat kepada mereka di dunia ini, dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orangyang dijauhkan dari rahmat Allah."
 (Qs. Al-Qashas, 28:41-42).

Lahirnya pemimpin yang tidak becus mengurus negara, pejabat-pejabat yang rakus, tidak bermoral, mati rasa dan kesat hati, menjerumuskan rakyatnya kelembah nista dan teraniaya, merupakan tanggungjawab rakyat yang memilihnya. Dosa terbesar justru ditanggung oleh rakyat karena pemimpin durjana seperti itu lahir dari pilihan langsung oleh rakyat atas nama demokrasi.

Jika sekarang, penguasa yang mereka pilih, ternyata tidak peduli dengan nasib pemilihnya, lalu apa yang akan diperbuat? Bayangkan, apa yang ada diotak SBY, jajaran eksekutif dan juga legislatif. Ketika rakyatnya dalam kondisi sengsara, menderita gizi buruk, ditimpa bencana, hidup ditenda darurat, kekurangan gizi, langka air bersih. Para nelayan berhenti melaut karena badai, petani berhenti bertani karena gempa, tsunami, maupun lahar dingin merapa. Eeh, tiba-tiba SBY curhat, sudah tujuh tahun gajinya tidak dinaikkan. Sebelumnya ketua DPR RI Marzuki Ali ngotot membangun gedung mewah. Bahkan zalimnya mereka, usulan pengadaan mobil mewah bagi tamu penting DPRD DKI, juga disetujui untuk anggaran 2011.

Masya Allah, apa yang ada di otak mereka anngota wakil rakyat, dan apa yang bersemayam di hati Presiden SBY? Tidak ada rasa malu dan tak ada pula kesedihan menyaksikan derita rakyatnya. Sabda Nabi Saw, agaknya tepat bagi mereka. " Idza lam tastahi' fashna' ma syi'ta (Jika rasa malu sudah tidak ada, maka berbuatlah sesukamu)."

Prilaku hedonistik, berfoya dalam kemewahan, gembira di atas penderitaan rakyat, adalah karakteristik pejabat negara RI, sehingga mereka tidak sungkan menjadi koruptor. Mereka diserahi amanah mengurus kepentingan rakyat, tapi malah menjarah harta rakyat. Benarlah mahfudzat yang menyatakan: "Hamiha haramiha, mereka penjaganya mereka pula malingnya."

Ancaman kehancuran menghadang Indonesia masa depan, yang lebih dahsyat dengan apa yang menimpa sekarang. Apabila tidak ada perbaikan serta kesadaran obyektif rakyat Indonesia, maka Nasib bangsa Indonesia seperti digambarkan dalam wahyu Ilahy:





"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati perintah Allah). Tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadap mereka ketentuan Allah. Niscaya Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya."
 (Qs. Al-Isra', 17:16).

Hari kemarin SBY minta naik gaji, gedung DPR dibangun dengan biaya 300 trilyun, dan DPRD DKI bertekad beli mobil mewah. Sedang kaum agamawan, kaum intelektual dan rakyat mayoritas mengoreksi dan menasihati penguasa, agar hidup hemat, sederhana. Jangan biarkan terus menerus rakyat hidup melarat, ternyata tidak digubris juga. Lalu, apa yang akan terjadi nanti?
Yang mengejutkan lagi, dengan adanya Audio Alm. Gus Dur:
Kata Gusdur; Sby duduk diatas Qur'an sebelum dilantik jadi Presiden. (dalam pandangan mistis, sukses jadi presiden tapi harus ditebus dengan banyaknya tumbal yang harus dipenuhi dalam kepemimpinanya dengan berbagai bencana yang banyak menelan nyawa2 rakyat tak berdosa). Mudah2an hal itu tidaklah benar adanya. meski audio itu asli 100% pernyataan Gusdur dihadapan ribuan orang,( Ponpes Al-falah cicalengka).
Langsung ke TKP :
video

Semoga 2012 Indonesiaku lebih baik.

Tulungagung, 27 Des 2011 — di Setelah Melewati Depan Rumah Itu.
Properties

Share / Save / Like

Hijab/Jilbab Punuk unta


Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .


“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1. Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2. dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.
(HR. Muslim dan yang lain).
Properties

Share / Save / Like

Minggu, 25 Desember 2011

Upss Jumlah Pelajar Kita di Iran Melebihi di Al-Azhar!!


Tidak kurang dari 7.000-an mahasiswa Indonesia diperkirakan sedang dan telah belajar ke Iran, sebuah negara yang notabene pusat cuci otak untuk menjadi pendukung Syiah. Kabar ini dikemukakan oleh salah seorang anggota DPR Komisi VIII, Ali Maschan Musa, termuat di www.republika.co.id dengan link http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/03/167288-ribuan-pemuda-belajar-di-iran-polri-diminta-waspadai-syiah.

Padahal sewaktu kemarin ada evakuasi besar-besaran mahasiswa Indonesia di Mesir, ternyata jumlah mereka hanya sekitar 4.000-5.000 orang saja. Kalau yang kuliah ke Iran sampai angka 7.000, berarti ini bukan angka yang main-main.

“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syiah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3).

Ini berarti dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan diramaikan oleh demam paham Syi`ah. Karena dalam hitungan 4-5 tahun ke depan, tentu mereka akan kembali ke Indonesia dengan membawa paham yang secara tegak lurus bertentangan dengan paham umat Islam di Indonesia yang nota bene ahli sunnah wal jamaah.

Perkembangan Syiah di Indonesia

Sebenarnya untuk melihat hasil dari `kaderissasi` pemeluk syi`ah di Indonesia, tidak perlu menunggu beberapa tahun ke depan. Sebab data yang bisa kita kumpulkan hari ini saja sudah biki kita tercengang dengan mulut menganga.

Betapa tidak, rupanya kekuatan Syi`ah di negeri kita ini diam-diam terus bekerja siang malam, tanpa kenal lelah. Hasilnya, ada begitu banyak agen-agen ajaran syi`ah yang siap merenggut umat Islam Indonesia untuk menerima dan jatuh ke pelukan ajaran ini.

Iranian Corner di Perguruan Tinggi Islam

Perkembangan Iranian Corner di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi cukup marak. Di Jakarta, Iranian Corner ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Jogjakarta sebagai kota pelajar malah punya tiga sekaligus, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bisa dibayangkan, Yogyakarta, satu kota saja ada 3 Iranian Corner; yang satu UIN, yang dua Muhammadiyah. Di Malang juga ada di Universitas Muhammadiyah Malang.

Islamic Cultural Center (ICC)

Di Indonesia Iran memiliki lembaga pusat kebudayaan Republik Iran, ICC (Islamic Cultural Center), berdiri sejak 2003 di bilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Dari ICC itulah didirikannya Iranian Corner di 12 tempat tersebut, bahkan ada orang-orang yang aktif mengajar di ICC itu.

Dii antara tokoh yang mengajar di ICC itu adalah kakak beradik: Umar Shihab ( salah seorang Ketua MUI -Majelis Ulama Indonesia Pusat) dan Prof Quraish Shihab (mantan Menteri Agama), Dr Jalaluddin Rakhmat, Haidar Bagir dan O. Hashem. Begitu juga sejumlah keturunan alawiyin atau habaib, seperti Agus Abu Bakar al-Habsyi dan Hasan Daliel al-Idrus.
Properties

Share / Save / Like

Bergembira Datang Ramadhan Aman Dari Neraka?

Salah satu hadits yang paling populer terutama menjelang datangnya bulan Ramadhan, karena selalu diulang-ulang di tiap pengajian atau acara penyambutan Ramadhan (belakangan populer disebut tarhib) adalah hadits yang menjamin orang akan diharamkan dari api neraka, apabila dia bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan.
Petikan nashnya demikian :

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Para penceramah asyik sekali mengutip hadits ini, tanpa tahu dari mana sebenarnya teks ini berasal. Pokoknya, siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka dijamin dia pasti akan aman dari siksa api neraka, karena Allah SWT sudah mengahramkan jasadnya dari api neraka.

Boleh jadi karena ungkapan inilah banyak orang yang melakukan berbagai aktifitas menjelang bulan Ramadhan, ada yang bersih-bersih rumah, bahkan sampai mengecat ulang, atau menambahi bagian rumah disana-sini.
Properties

Share / Save / Like

Hukum Mengucapkan "Selamat Natal" atau Selamat Hari Raya Agama Lain

Dengan Banyaknya Pertanyaan dari Teman-Teman, Salah Satunya:

Assalamualaikum. Wr. Wb.
saya mau tanya, saya pernah membaca sebuah artikel tentang haramnya hukum mengatakan "Selamat Natal" kepada umat kristiani. Karena dijelaskan di situ bahwa kalau kita mengucapkan itu kita mengakui akan adanya trinitas dan sebagainya,
Bagaimana menurut pandangan anda?
Terima kasih

Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ucapan selamat natal oleh banyak kalangan memang diharamkan, ucapan selamat natal itu kontra produktif dengan fatwa MUI tahun 1984.
Sikap kami sendiri tentu juga tidak mengucapkan selamat natal kepada para pemeluk agama kristiani. Selain ada fatwa yang mengharamkannya, juga mengucapkannya saat ini jadi akan salah waktu. Sebab Nabi Isa 'alaihissalam tidak lahir pada tanggal 25 Desember, beliau lahir di musim panas saat kurma berbuah, sebagaimana isyarat di dalam ayat Al-Quran saat Ibunda Maryam melahirkannya di bawah pohon kurma. Saat itu Allah SWT berfirma kepadanya:



Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (QS. Maryam 19: 25)


Properties

Share / Save / Like

Rabu, 21 Desember 2011

Kenapa Kita Perlu BNI TIPS?

Dalam Kehidupan ini ada Dua Persoalan besar dalam hidup
1. Mengahadapi Risiko 2. Merencanakan Masa Depan
1. Penyakit Kritis
Dikarenakan Pola Makan, stress dengan rutinitas, Pencemaran Lingkungan, minimnya Aktifitas Fisik, Perlu dana pemulihan yang besar
2 Cacat / Kehilangan Fungsi Tubuh
Baik karena sakit maupun kecelakaan. Penghasilan berkurang bahkan tidak ada penghasilan lagi.
Perlu dana untuk kelangsungan hidup ketika menderita cacat
3. Meninggal Dunia
Memerlukan dana besar untuk kelangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan.
4. Hari Tua Yang Bahagia
Memerlukan biaya agar masa hari tua, kita jalani dengan tenang dan bahagia serta meninggalkan harta warisan untuk anak cucu.
5. Mempunyai Anak-anak Yang Sukses
Memerlukan biaya agar anak-anak kita mampu bersaing dalam menghadapi kerasnya tantangan hidup pada jamannya kelak.
Hari tua yang bahagia dan masa depan anak-anak yang sukses tidak akan tercapai bila kita sakit, cacat atau meninggal dan belum punya perlindungan asuransi.
Jadi Kenapa Kita Perlu Tabungan Investasi Proteksi ?
  • Untuk melindungi Income kita agar tetap survive meskipun kita mengalami musibah.
  • Untuk memastikan dan mengawal perencanaan keuangan keluarga, agar sesuai dengan yang direncanakan.
  • Bilakita GAGAL merencanakan masa depan, berarti kita merencanakan untuk masa depan yang GAGAL.
  • Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. (Al-Nisa, 4:9)
  • Jika Anda meninggalkan ahli waris dalam keadaan KAYA lebih baik, daripada dlm keadaan miskin meminta-minta kepada orang lain. (Al-Bukhari-6236,dan 10 hadis serupa. Muslim-3076 dan 3 serupa. Al-Tirmidzi-2042.IM? Al-Nasai-3567,dan 6 hadis serupa. Abu Dawud-2480. Ahmad-1363,dan 6 hadis serupa. Malik-1258. Al-Darimi-3065)
  • “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

     
Properties

Share / Save / Like

Selasa, 20 Desember 2011

NABUNG 25 TAHUN BISA KAYA ?

Ok, bagi mereka yang membaca tulisan ini tentu paling sedikit pernah menyimpan uangnya di bank, baik berupa tabungan, deposito dan lain sebagainya. Bank yang "menyimpan" duit atau "investasi" anda ini diwajibkan oleh hukum untuk menyertakan bunga bagi investasi yang anda "simpan" di bank tersebut. Pendapat atau definisi orang tentang bunga agak berbeda-beda walaupun pada dasarnya, ya, berputar-putar di situ juga definisinya. Ada yang melihat bunga sebagai biaya sewa oleh bank untuk "pemakaian" uang anda selama di bank tersebut. Ada juga yang melihat bunga adalah "ganti rugi" sebagai akibat berkurangnya daya beli uang tersebut di masa mendatang pada saat anda mengambil uang tersebut. Karena kita mengetahui bahwa Rp. 100.000,- yang ada punya hari ini belum tentu dapat membeli sebuah barang yang sama di kemudian hari, karena adanya kecenderungan penurunan nilai mata uang akibat inflasi. Mangkannya itu daripada di simpan di bawah bantal atau dibalik BH atau kutang (ibu-ibu jaman baheula biasanya menyimpan duit mereka di kutang, ntah sekarang ya!), tak ada salahnya kalau uang tersebut diinvestasikan atau minimal di simpan di bank.
Properties

Share / Save / Like

Pertanyaan BNI TIPS


Tanya: Bagaimana cara menjadi Peserta Program BLife Syariah Amanah Investa?
Jawab:
  1. Lakukan registrasi user melalui www.dbstips.com
  2. Login dengan menggunakan Nomor ID DBS anda sebagai user id, dan passwordnya adalah sebagaimana yang anda masukkan pada saat registrasi user.
  3. Lakukan Pembelian Produk dengan memilih icon Pembelian Produk, dan ikuti langkah demi langkah pengisian data anda.
  4. Selanjutnya anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui sms/email, juga nomor rekening virtual milik anda.
  5. Lakukan pembayaran ke rekening dimaksud melalui teller cabang Bank BNI (Konvensional atau Syariah), atau melalui ATM BNI, atau ATM Bersama , atau melalui - Internet Banking BNI atau Internet Banking Bank Lain, atau Mellaui sms/mobile Banking
  6. Paling lambat dalam 24 jam Anda akan mendapat pemberitahuan bahwa polis anda sudah aktif.
  7. Kurang jelas hubungi kantor BNI DBS TIPS bukan kantor BNI Konvensional
Properties

Share / Save / Like

RAIH JUTAAN RUPIAH SETIAP BULAN DARI BNI TIPS

Jika anda meng-infokan ini kepada orang lain dan org tersebut menabung di DBS TIPS BNI Life ini, maka anda mndapatkan “BONUS” sebagai rasa terimakasih dari kami yg langsung di transfer ke rekening anda
  1. Rp.15.000 per-orang per-1 kali nabung,
  2. Ber’arti 5th = 60bln per-60 kali nabung bagi yg ikut program bulanan.
  3. Tinggal mengalikan 15rb X 60 = 900rb dari 1 orang nasabah, jika org yg anda infokan pertama tadi menabung dan meng-infokan ke org lain juga, maka “BONUS” yg anda dapat berlipat,
  4. Kalau 150org X 15.000, = Rp.2.250.000,- per-bln anda kami gaji karena meng-infokan
  5. Atau kalau 300org? silahkan hitung sendiri yg diberikan oleh BANK BNI & PT.DBS. (kami menggunakan system ini agar cepat merata sampai kepada masyarakat yg dinamakan dgn system bagi hasil)
MAJUKAN BANGSA DENGAN BER-INVESTASI KEPADA NEGARA, TERJAMIN KEPASTIAN DAN KEAMANANNYA !! MENATA MASA DEPAN KELUARGA MULAI SAAT INI !!

Karena kita tidak pernah tau, apakah besok kita masih punya waktu dan kesempatan untuk hidup dan meninggalkan keluarga, sedangkan kita adalah tumpuan ekonomi keluarga !!

AYO MENABUNG !!
INFOKAN...!!!!!!

Kok malah Negara Lain..?? Ayo Warga Indonesia mana..??
http://www.republika.co.id/berita/syariah/keuangan/11/06/24/lnavmh-perbankan-syariah-indonesia-diminati-investor-timur-tengah

Harus Pintar Milih tabungan investasi dan Hati-Hati, Baca: http://waspada-investasi.bapepam.go.id/

Photo bersama Pakar Ekonomi Syari’ah (Baju Putih) Dr.H.Syafi’I Antonio, M.Ec with Manajer SEC PT.DBS T.Agung & Manajer SEC Jogja - Usai membahas DBS TIPS BNI Life dan Dinner Bareng

Ingin lebih paham? hadiri acara rutin di KANPER DBS T.Agung Plosokandang, setiap hari minggu pkl. 09.00 pagi wib dan rabu pkl. 19.00 malam wib. mumpung masih gratis !!!
http://www.duta4future.com/news.php?act=read&id=263

Suport By: BNI, BCA, Mandiri, BRI, Muamalat, Bukopin, Telkom, PLN, XL, Flexi.


Infokan ke sanak saudara, teman, tetangga, rekan, guru, orang tua. Menabung Aman, Merencanakan Pasti, Untuk Masa Depan Keluarga, Kita Menabung-Semua Untung-Negara Juga Maju !! Anda menabung uang anda bertambah! DBS TIPS BNI Life TABUNGAN PALING BERANI !!!

Info lebih lanjut di:
I. KANPER DBS Tulungagung; Plosokandang – Utara STAIN T.Agung – PUTRI NET
II. Gang.PUJAKESUMA Dsn.Jabalan Rt.004/Rw.002
Ds/Kel.Jabalsari - Kec.Sumbergempol Kab.Tulungagung
Prov. Jawa Timur - Indonesia
Kode Pos : 66291

Tlp: (0355) 7150539 Hp. 08 121 555 111 9 - 0856 555 46264
website: http://dbstips.com
fb/email: dbstulungagung@ymail.com
fb/email: bnidbstips@ymail.com
Manajer SEC : Bpk. Afiful Ikhwan,M.Pd.I


Suport By: 
Properties

Share / Save / Like

KEPEMIMPINAN SITUASIONAL (Suatu Kajian Terhadap Konsep Kenneth Blanchard )


 
Oleh: Afiful Ikhwan[*]

Abstract: This study attempats to analyze the concept of Situasional Management founded by Kenneth Blanchard by means of Content Analysis. Its elaborates managers’ behavior in leading, encouraging a companyor institution as well as in solving problems from which point the managers re going to make further policy for the company. It also discusses the development of employees by encouraging the employees to improve their skiils and spirits in their working places. The author of this study, finally concludes that a manage should vary his or her managerial technique in working with his or her subordinates in leading, encouraging, solving problems, making decision, as well as improving skiils according to the current situation of the companies they are managing.

Kata Kunci: Kepemimpinan, Situasional

Perhatian pertama tentang hubungan antara manager dengan orang-orang (bawahan) yang melapor padanya. Ini adalah cara kebanyakan dari kita berpikir tentang kepemimpinan.
Ciri, sikap dan perilaku kepemimpinan telah dikaji selama beberapa dasawarsa, juga melalui pengamatan langsung terhadap pemimpin yang dinilai berhasil dalam kepemimpinannya. Salah satu di antara hasil kajian tersebut yang sangat bermanfaat adalah kajian Kenneth Blanchard dan Paul Hersey.(Anonim, 1988:35)
Mereka berjasa besar melengkapi teori-teori kepemimpinan yang pernah ada dengan pendekatan berdasarkan situasi tertentu terhadap gaya dan perilaku kepemimpinan (Situational leadership) untuk memahami teori tersebut langsung dari sumber aslinya, di sini diuraikan sebuah kajian Kenneth Blanchard.
Konsep teori kepemimpinan situasional (Situational leadership) merupakan suatu teori yang sudah menyebar luas sejak lebih dari satu dasawarsa yang lalu. Ini membuktikan teori tersebut benar-benar diakui kegunaan praktisnya dan mampu memahamkan secara lebih baik dan memberi petunjuk yang mudah cara-cara mengelola dan memotivasi orang. Konsep ini pertama kali dirumuskan oleh Paul Hersey dan Kenneth Blanchard pada tahun 1969, (Paul dan Kenneth, 1969) kemudian diuraikan secara lengkap dalam buku teks mereka yang terkenal Management of Organizational Behavior: Utilizing Human Resources: (Paul dan Kenneth, 1982: 221). Tulisan singkat ini adalah perumusan mutakhir dari Kenneth Blanchard sendiri tentang kepemimpinan situasional setelah mengembangkannya lebih jauh bersama rekan-rekannya di lembaga Blanchard Training & Development Inc (BTD).
Kajian ini mereka gunakan dalam berbagai program latihan dan konsultasi manajemen di seluruh dunia.

Properties

Share / Save / Like

Jumat, 16 Desember 2011

IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU TERPADU (TQM) DI BIDANG PENDIDIKAN


I.      Pendahuluan
                        Dewasa ini perkembangan pemikiran manajemen sekolah mengarah pada sistem manajemen yang disebut TQM (Total Quality Management) atau Manajemen Mutu Terpadu. Pada prinsipnya sistem manajemen ini adalah pengawasan menyeluruh dari seluruh anggota organisasi (warga sekolah) terhadap kegiatan sekolah. Penerapan TQM berarti semua warga sekolah bertanggung jawab atas kualitas pendidikan.
                        Sebelum hal itu tercapai, maka semua pihak yang terlibat dalam proses akademis, mulai dari komite sekolah, kepala sekolah, kepala tata usaha, guru, siswa sampai dengan karyawan  harus benar – benar mengerti hakekat dan tujuan pendidikan ini. Dengan kata lain, setiap individu yang terlibat harus memahami apa tujuan penyelenggaraan pendidikan. Tanpa pemahaman yang menyeluruh dari individu yang terlibat, tidak mungkin akan diterapkan TQM.
                        Dalam ajaran TQM, lembaga pendidikan (sekolah) harus menempatkan siswa sebagai “klien” atau dalam istilah perusahaan sebagai “ stakeholders” yang terbesar, maka suara siswa harus disertakan dalam setiap pengambilan keputusan strategis langkah  organisasi sekolah. Tanpa suasana yang demokratis manajemen tidak mampu menerapkan TQM, yang terjadi adalah kualitas pendidikan didominasi oleh pihak – pihak tertentu yang seringkali memiliki kepentingan yang bersimpangan dengan hakekat pendidikan (Adnan Sandy Setiawan : 2000),
                        Penerapan TQM berarti pula adanya kebebasan untuk berpendapat. Kebebasan berpendapat akan menciptakan iklim yang dialogis antara siswa dengan guru, antara siswa dengan kepala sekolah, antara guru dan kepala sekolah, singkatnya adalah kebebasan berpendapat dan keterbukaan antara seluruh warga sekolah. Pentransferan ilmu tidak lagi bersifat one way communication, melainkan two way communication. Ini berkaitan dengan budaya akademis.
                        Selain kebebasan berpendapat juga harus ada kebebasan informasi. Harus ada informasi yang jelas mengenai arah organisasi sekolah, baik secara internal organisasi maupun secara nasional. Secara internal, manajemen harus menyediakan informasi seluas- luasnya bagi warga sekolah. Termasuk dalam hal arah organisasi adalah progran – program, serta kondisi finansial.
                        Singkatnya, TQM adalah sistem menajemen yang menjunjung tinggi efisiensi. Sistem manajemen ini sangat meminimalkan proses birokrasi. Sistem sekolah yang birokratis akan menghambat potensi perkembangan sekolah itu sendiri.
II.     PERMASALAHAN
                        Permasalahan yang ingin penulis kupas dalam paper  ini adalah :
1.      Apa yang dimaksud dengan Manajemen Mutu Terpadu (TQM) ?
2.      Apa yang menjadi kesulitan implementasi  TQM di bidang Pendidikan ?
3.      Apa  yang menjadi indikator keberhasilan implementasi TQM di bidang pendidikan ?
III.   TUJUAN PENULISAN
                        Dari permasalahan yang penulis pilih, penulis mempunyai tujuan :
1.      Menjelaskan pengertian Manajemen Mutu Terpadu (TQM).
2.      Menjelaskan kesulitan – kesulitan  implementasi TQM di bidang pendidikan.
3.      Mengidentifikasi indikator – indikator keberhasilan implementasi TQM di bidang pendidikan.
IV.   PEMBAHASAN
                        Dalam era kemandirian sekolah dan era Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari pimpinan skolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya. (Thomas B. Santoso : 2001). Agar tugas dan tanggung jawab para pemimpin sekolah tersebut menjadi nyata, kiranya kepala sekolah perlu memahami, mendalami dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang-mekarkan oleh pemikir – pemikir dalam dunia bisnis. Salah satu ilmu manajemen yang dewasa ini banyak diadopsi adalah TQM (Total Quality Management) atau Manajemen Mutu Terpadu.
A.    Manajemen Mutu Terpadu (TQM)
                Manajemen Mutu Terpadu sangat populer di lingkungan organisasi profit, khususnya di lingkungan berbagi badan usaha/perusahaan dan industri, yang telah terbukti keberhasilannya dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensinya masing – masing dalam kondisi bisnis yang kompetitif. Kondisi seperti ini telah mendorong berbagai pihak untuk mempraktekannya di lingkungan organisasi non profit termasuk di lingkungan lembaga pendidikan.
                Menurut Hadari Nawari (2005:46) Manajemen Mutu Terpadu adalah manejemen fungsional dengan pendekatan yang secara terus menerus difokuskan pada peningkatan kualitas, agar produknya sesuai dengan standar kualitas dari masyarakat yang dilayani dalam pelaksanaan tugas pelayanan umum (public service) dan pembangunan masyarakat (community development). Konsepnya bertolak dari manajemen sebagai proses atau rangkaian kegiatan mengintegrasikan sumber daya yang dimiliki, yang harus diintegrasi pula dengan pentahapan pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen, agar terwujud kerja sebagai kegiatan memproduksi sesuai yang berkualitas. Setiap pekerjaan dalam manajemen mutu terpadu harus dilakukan melalui tahapan perencanaan, persiapan (termasuk bahan dan alat), pelaksanaan teknis dengan metode kerja/cara kerja yang efektif dan efisien, untuk menghasilkan produk berupa barang atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat.
                Menurut Cassio seperti yang dikutip oleh Hadari Nawawi (2005 : 127), ia memberi pengertian bahwa “TQM, a philosophy and set of guiding principles that represent the foundation of a continuosly improving organization, include seven broad components :
1.      A focus on the customer or user of a product or service, ensuring the customer’s need an expectations are satisfied consistenly.
2.      Active leadership from executives to establish quality as a fundamental value to be incorporated into a company’s managemen philosophy.
3.      Quality concept (e.g. statistical process control or computer assisted design, engineering, and manufacturing) that are thoroughly integrated throughout all activities of or a company.
4.      A corporate culture, established and reinforced by top executives, that involves all employees in contributing to quality improvement.
5.      A focus on employee involvement, teamwork, and training at all levels in order to strengthen employee commitment to continous quality improvement.
6.      An approach to problem solving that is base on continously gathering, evaluating, and acting on facts and data is a systematic manner.
7.      Recognition of supliers as full partners in quality management process.
          Pengertian lain dikemukakan oleh Santoso yang dikutip oleh Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998) yang mengatakan bahwa “ TQM merupakan sistem manajemen yang mengangkat kualitas sebagai strategi usaha dan berorentasi pada kepuasan pelanggan dengan melibatkan seluruh anggota organisasi”. Di samping itu Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998) menyatakan pula bahwa “ Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.
          Berdasarkan beberapa pengertian di atas, Hadari Nawawi (2005 : 127) mengemukakan tentang karakteristik TQM sebagai berikut :
1.      Fokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal
2.      Memiliki opsesi yang tinggi terhadap kualitas
3.      Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.
4.      Memiliki komitmen jangka panjang.
5.      Membutuhkan kerjasama tim
6.      Memperbaiki proses secara kesinambungan
7.      Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
8.      Memberikan kebebasan yang terkendali
9.      Memiliki kesatuan yang terkendali
10.  Adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.
        B. Manajemen Mutu Terpadu dalam Bidang Pendidikan
                Di lingkungan organisasi non profit, khususnya pendidikan, penetapan kualitas produk dan kualitas proses untuk mewujudkannya, merupakan bagian yang tidak mudah dalam pengimplementasian Manajemen Mutu Terpadu (TQM). Kesulitan ini disebabkan oleh  karena ukuran produktivitasnya tidak sekedar bersifat kuantitatif, misalnya hanya dari jumlah lokal dan gedung sekolah atau laboratorium yang berhasil dibangun, tetapi juga berkenaan dengan aspek kualitas yang menyangkut manfaat dan kemampuan memanfaatkannya.
                Demikian juga jumlah lulusan yang dapat diukur secara kuantitatif, sedang kualitasnya sulit untuk ditetapkan kualifikasinya. Sehubungan dengan itu di lingkungan organisasi bidang pendidikan yang bersifat non profit, menurut Hadari Nawari (2005 : 47) ukuran produktivitas organisasi bidang pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut :
1.      Produktivitas Internal, berupa hasil yang dapat diukur secara kuantitatif, seperti jumlah atau prosentase lulusan sekolah, atau jumlah gedung dan lokal yang dibangun sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
2.      Produktivitas Eksternal, berupa hasil yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, karena bersifat kualitatif yang hanya dapat diketahui setelah melewati tenggang waktu tertentu yang cukup lama.
          Masih menurut Hadari Nawawi (2005 : 47), bagi organisasi pendidikan, adaptasi manajemen mutu terpadu dapat dikatakan sukses, jika menunjukkan gejala – gejala sebagai berikut :
1.      Tingkat konsistensi produk dalam memberikan pelayanan umum dan pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM terus meningkat.
2.      Kekeliruan dalam bekerja yang berdampak menimbulkan ketidakpuasan dan komplain masyarakat yang dilayani semakin berkurang.
3.      Disiplin waktu dan disiplin kerja semakin meningkat
4.      Inventarisasi aset organisasi semakin sempurna, terkendali dan tidak berkurang/hilang tanpa diketahui sebab – sebabnya.
5.      Kontrol berlangsung efektif terutama dari atasan langsung melalui pengawasan melekat, sehingga mampu menghemat pembiayaan, mencegah penyimpangan dalam pemberian pelayanan umum dan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
6.      Pemborosan dana dan waktu dalam bekerja dapat dicegah.
7.      Peningkatan ketrampilan dan keahlian bekerja terus dilaksanakan sehingga metode atau cara bekerja selalu mampu mengadaptasi perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai cara bekerja yang paling efektif, efisien dan produktif, sehingga kualitas produk dan pelayanan umum terus meningkat.
          Berkenaan dengan kualitas dalam pengimplementasian TQM, Wayne F. Cassio dalam bukunya Hadari Nawawi mengatakan : “Quality is the extent to which product and service conform to customer requirement”. Di samping itu Cassio juga mengutip pengertian kualitas dari The Federal Quality Institute yang menyatakan “quality as meeting the customer’s requiremet the first time and every time, where costumers can be internal as wellas external to the organization”. Senada dengan itu Goetsh dan Davis seperti yang dikutip oleh Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1996) yang mengatakan : “kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan”.
          Dilihat dari pengertian kualitas yang terakhir seperti tersebut di atas, berarti kualitas di lingkungan organisasi profit ditentukan oleh pihak luar di luar organisasi yang disebut konsumen, yang selain berbeda – beda, juga selalu berubah dan berkembang secara dinamis.
          Manajemen Mutu Terpadu di lingkungan suatu organisasi non profit termasuk pendidikan tidak mungkin diwujudkan jika tidak didukung dengan tersedianya sumber – sumber untuk mewujudkan kualitas proses dan hasil yang akan dicapai. Di lingkungan organisasi yang kondisinyan sehat, terdapat berbagai sumber kualitas yang dapat mendukung pengimplementasian TQM secara maksimal. Menurut Hadari Nawawi (2005 : 138 – 141), beberapa di antara sumber – sumber kualitas tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Komitmen Pucuk Pimpinan (Kepala Sekolah) terhadap kualitas.
Komitmen ini sangat penting karena berpengaruh langsung pada setiap pembuatan keputusan dan kebijakan, pemilihan dan pelaksanaan program dan proyek, pemberdayaan SDM, dan pelaksanaan kontrol. Tanpa komitmen ini tidak mungkin diciptakan dan dikembangkan pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen yang berorentasi pada kualitas produk dan pelayanan umum.
2.      Sistem Informasi Manajemen
Sumber ini sangat penting karena usaha mengimplementasikan semua fungsi manajemen yang berkualitas, sangat tergantung pada ketersediaan informasi dan data yang akurat, cukup/lengkap dan terjamin kekiniannya sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas pokok organiasi.
3.      Sumberdaya manusia yang potensial
SDM di lingkungan sekolah sebagai aset bersifat kuantitatif dalam arti dapat dihitung jumlahnya. Disamping itu SDM juga merupakan potensi yang berkewajiban melaksanakan tugas pokok organisasi (sekolah) untuk mewujudkan eksistensinya. Kualitas pelaksanaan tugas pokok sangat ditentukan oleh potensi yang dimiliki oleh SDM, baik yang telah diwujudkan dalam prestasi kerja maupun yang masih bersifat potensial dan dapat dikembangkan.
4.      Keterlibatan semua Fungsi
Semua fungsi dalam organisasi sebagai sumber kualitas, sama pentingnya satu dengan yang lainnnya, yang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Untuk itu semua fungsi harus dilibatkan secara maksimal, sehingga saling menunjang satu dengan yang lainnya.
5.      Filsafat Perbaikan Kualitas secara Berkesinambungan
Sumber – sumber kualitas yang ada bersifat sangat mendasar, karena tergantung pada kondisi pucuk pimpinan (kepala sekolah), yang selalu menghadapi kemungkinan dipindahkan, atau dapat memohon untuk dipindahkan. Sehubungan dengan itu, realiasi TQM tidak boleh digantungkan pada individu kepala sekolah sebagai sumber kualitas, karena sikap dan perilaku individu terhadap kualitas dapat berbeda. Dengan kata lain sumber kualitas ini harus ditransformasikan pada filsafat kualitas yang berkesinambungan dalam merealisasikan TQM.
          Semua sumber kualitas di lingkungan organisasi pendidikan dapat dilihat manifestasinya melalui dimensi – dimensi kualitas yang harus direalisasikan oleh pucuk pimpinan bekerja sama  dengan warga sekolah yang ada dalam lingkungan tersebut. Menurut Hadari Nawawi (2005 : 141), dimensi kualitas yang dimaksud adalah :
1.      Dimensi Kerja Organisasi
Kinerja dalam arti unjuk perilaku dalam bekerja yang positif, merupakan gambaran konkrit dari kemampuan mendayagunakan sumber – sumber kualitas, yang berdampak pada keberhasilan mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi organisasi (sekolah).
2.      Iklim Kerja
Penggunaan sumber – sumber kualitas secara intensif akan menghasilkan iklim kerja yang kondusif di lingkungan organisasi. Di dalam iklim kerja yang diwarnai kebersamaan akan terwujud kerjasama yang efektif melalui kerja di dalam tim kerja, yang saling menghargai dan menghormati pendapat, kreativitas, inisiatif dan inovasi untuk selalu meningkatkan kualitas.
3.      Nilai Tambah
Pendayagunaan sumber – sumber kualitas secara efektif dan efisien akan memberikan nilai tambah atau keistimewaan tambahan sebagai pelengkap dalam melaksanakan tugas pokok dan hasil yang dicapai oleh organisasi. Nilai tambah ini secara kongkrit terlihat pada rasa puas dan berkurang atau hilangnya keluhan pihak yang dilayani (siswa).
4.      Kesesuaian dengan Spesifikasi
Pendayagunaan sumber – sumber kualitas secara efektif dan efisien bermanifestasi pada kemampuan personil untuk menyesuaikan proses pelaksanaan pekerjaan dan hasilnya dengan karakteristik operasional dan standar hasilnya berdasarkan ukuran kualitas yang disepakati.
5.      Kualitas Pelayanan dan Daya Tahan Hasil Pembangunan
Dampak lain yang dapat diamati dari pendayagunaan sumber – sumber kualitas yang efektif dan efisien terlihat pada peningkatan kualitas dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada siswa.
6.      Persepsi Masyarakat
Pendayagunaan sumber – sumber kualitas yang sukses di lingkungan organisasi pendidikan dapat diketahui dari persepsi masyarakat (brand image) dalam bentuk citra dan reputasi yang positip mengenai kualitas lulusan baik yang terserap oleh lembaga pendidikan yang lebih tinggi ataupun oleh dunia kerja.
                                    Secara singkat dapat digambarkan diagram komitmen kualitas dalam Manajemen Mutu Terpadu adalah sebagai berikut :







 




















Diagram : Komitmen Kualitas dalam TQM
C. Tanggapan Penulis
Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu dalam bidang pendidikan tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas, daya saing bagi output (lulusan) dengan indikator adanya kompetensi baik intelektual maupun skill serta kompetensi sosial siswa/lulusan yang tinggi. Dalam mencapai hasil tersebut, implementasi TQM di dalam organisasi pendidikan (sekolah) perlu dilakukan dengan sebenarnya tidak dengan setengah hati. Dengan memanfaatkan semua entitas kualitas yang ada dalam organisasi maka pendidikan kita tidak akan jalan di tempat seperti saat ini. Kualitas pendidikan kita berada pada urutan 101 dan masih berada di bawah vietnam yang notabene negara tersebut dapat dikatakan baru saja merdeka dibandingkan dengan kemerdekaan bangsa kita Indonesia.
Implementasi TQM di organisasi Pendidikan khususnya negeri memang tidak mudah. Adanya hambatan dalam budaya kerja, unjuk kerja dari guru dan karyawan sangat mempengaruhi. Tidak perlu dipungkiri bahwa budaya kerja, unjuk kerja dan disiplin pegawai negeri sipil di negara kita ini sangat rendah. Ini sangat mempengaruhi efektifitas implementasi TQM.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang telah mengadopsi prinsip – prinsip TQM ternyata tidak serta merta mendongkrak peningkatan kinerja pelaksana sekolah yang implikasinya dapat meningkatkan kompetensi siswa kita.
Menurut penulis, yang paling pertama diperbaiki adalah budaya kerja, unjuk kerja dan disiplin dari pelaksana sekolah (guru, karyawan dan kepala sekolah). Semuanya harus dapat memandang siswa sebagai “pelanggan”, yang harus dilayani dengan sebaik – baiknya demi kepuasan mereka. Pelaksana sekolah selalu bersemangat untuk maju, bersemangat terus untuk menambah kemampuan dan ketrampilannya yang pada akhirnya akan meningkatkan unjuk kerja mereka di hadapan siswa. Apabila semua pelaksana sekolah sudah mempunyai budaya kerja, unjuk kerja dan disiplin yang tinggi, maka implementasi TQM dapat secara nyata berjalan dan akan menjadikan organisasi pendidikan (sekolah) akan semakin maju, eksis, memiliki brand image yang semakin tinggi dan pada akhirnya dapat menciptakan kader – kader bangsa yang berkualitas dan dapat disejajarkan dengan bangsa lain.
Rendahnya budaya kerja, unjuk kerja dan disiplin kerja pelaksana seokolah (PNS) memang sangat dipengaruhi oleh sistem penghargaan negara (gaji) yang rendah terhadap PNS. Ini menyebabkan tidak sedikit kewajiban di organisasi pendidikan khususnya menjadi “sambilan” bagi PNS dan justru yang utama berada di kegiatan luar organisasi karena adanya tuntutan ekonomi yang semakin berat.
Angin segar telah berhembus bagi guru khususnya, dengan telah adanya UU Guru dan Dosen yang menjadi payung hukum dan menjamin peningkatan kesejahteraan Guru dan Dosen. Tetapi masih menjadi pertanyaan besar “kapan itu dilaksanakan?”, atau “ hanya meninabobokkan guru saja agar tidak berdemo?”.
Apabila UU tersebut benar dilaksanakan, apakah akan benar – benar dapat meningkatkan kinerja guru?
Pada intinya, implementasi TQM di organisasi pendidikan khususnya sekolah masih akan terasa berat. Diperlukan adanya kesungguhan dari warga sekolah secara bersama, sadar, dan berkeinginan yang kuat untuk maju.
V.        KESIMPULAN
            Dari paparan di atas dapat diambil kesimpulan :
1.      Manajemen Mutu Terpadu(TQM) adalah suatu sistem manajemen yang mendayagunakan sumber – sumber kualitas yang ada dalam organisasi melalui tahapan – tahapan manajemen secara terkendali untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada pelanggan secara efektif dan efisien.
2.      Kesulitan penerapan TQM dalam bidang pendidikan adalah kesulitan dalam penentuan kualitas produknya (lulusan) yang lebih bersifat kualitatif.
3.      Implementasi TQM di bidang pendidikan dikatakan berhasil jika dapat ditemukan ciri – ciri  sebagai berikut :
a.      Tingkat konsistensi produk dalam memberikan pelayanan umum dan pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM terus meningkat.
b.      Kekeliruan dalam bekerja yang berdampak menimbulkan ketidakpuasan dan komplain masyarakat yang dilayani semakin berkurang.
c.       Disiplin waktu dan disiplin kerja semakin meningkat
d.     Inventarisasi aset organisasi semakin sempurna, terkendali dan tidak berkurang/hilang tanpa diketahui sebab – sebabnya.
e.      Kontrol berlangsung efektif terutama dari atasan langsung melalui pengawasan melekat, sehingga mampu menghemat pembiayaan, mencegah penyimpangan dalam pemberian pelayanan umum dan pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
f.        Pemborosan dana dan waktu dalam bekerja dapat dicegah.
g.      Peningkatan ketrampilan dan keahlian bekerja terus dilaksanakan sehingga metode atau cara bekerja selalu mampu mengadaptasi perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai cara bekerja yang paling efektif, efisien dan produktif, sehingga kualitas produk dan pelayanan umum terus meningkat.


DAFTAR PUSTAKA

Adnan Sandy Setiawan (200);  “Manajemen Perguruan Tinggi Di Tengah Perekonomian Pasar dan Pendidikan Yang Demokratis “, “INDONews (s)”indonews@indo-news.com. 24 Maret 2006
Ani M. Hasan (2003);  “Pengembangan Profesional Guru di Abad Pengetahuan”, Pendidikan Network : 24 Maret 2006
Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998);  Total Quality Management (TQM), Andi Offset : Yogyakarta
Frietz R  Tambunan  (2004);  “Mega  Tragedi  Pendidikan Nasional”, Kompas : 16 Juni 2004
Hadari Nawawi (2005); Manajemen Strategik, Gadjah Mada Pers : Yogyakarta
Thomas B. Santoso (2001), “ Manajemen Sekolah di Masa Kini (1)”, Pendidikan Network : 24 Maret 2006
Properties

Share / Save / Like